by

Walikota Dorong Pelatihan Aktivis PATBM

-Tomohon-130 views
POSTKOTA.CO.ID – Walikota Tomohon yang diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kota Tomohon membuka kegiatan Pelatihan Aktivis Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM)

Pelatihan ini dilaksanakan selama 2 hari 12-13 Agustus 2021 di Aula rumah dinas Walikota Tomohon.

Pelatihan ini diikuti oleh Aktivis PATBM yang belum pernah dilatih utusan Kelurahan yang ada di Kota Tomohon.

Sambutan Walikota Tomohon yang dibacakan Asisten 2 menyampaikan
sejak diinisiasi oleh kementerian pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak (kemen pppa) pada tahun 2017 di kota tomohon, aktivis perlindungan anak terpadu berbasis masyarakat (patbm) tetap aktif menjalankan tugas layanan respon cepat dalam mencegah dan menanggapi kekerasan terhadap anak sekalipun di masa pandemi covid-19.

Hingga saat ini terdapat 164 aktivis PATBM yang tersebar di 44 kelurahan di 5 kecamatan di kota Tomohon. Sebagai inisiator patbm selalu memastikan gerakan yang melibatkan masyarakat ini dapat terus berjalan agar anak-anak dapat terlindungi.

“ada 7 (tujuh) risiko utama pada anak saat masa pandemi, yakni kehilangan orangtua karena terpapar covid-19, orangtua yang kehilangan mata pencaharian, sulit mengakses layanan pendidikan berkualitas, rentan mendapat kekerasan dan eksploitasi, sulit mengakses layanan kesehatan dasar, tinggal di kawasan rawan bencana, serta terbatasnya dukungan bagi anak berkebutuhan khusus (abk). kita harus tetap memastikan bahwa berbagai upaya pencegahan hingga penanganannya dapat kita lakukan agar mencegah anak menjadi korban.
anak sebagai  amanah tuhan yang maha esa dan merupakan potensi dan generasi penerus bangsa yang memiliki peran strategis, dan sebagai pewaris bangsa memikul tanggungjawab besar, maka negara harus menjamin dan melindungi anak dan hak-haknya agar dapat tumbuh, berkembang dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan. serta mendapat perlindungan dari kekerasan, diskriminasi dan perlakuan salah lainnya.
Untuk menjamin anak indonesia dapat tumbuh dan berkembang secara maksimal, pemerintah kota tomohon  melalui dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak daerah kota tomohon menetapkan beberapa kebijakan dan program yang mendukung pemenuhan hak dan perlindungan anak. Salah satu tantangan besar adalah masih tingginya kekerasan pada anak.
“di masa pandemi ini ada 4 (empat) komponen patbm, yakni data kekerasan anak, pola pengasuhan bagi anak selama situasi pandemi, perlakuan terhadap anak yang terdampak covid-19 dan penanganan anak korban kekerasan. para aktivis patmb juga didorong untuk berjejaring dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat. hal ini penting agar mereka selain paham hukum positif, mereka juga paham hukum adat.
ingat, dalam memberikan perlindungan terhadap anak patbm tidaklah sendiri. selain didukung oleh DP3AD, PATBM juga didukung dengan unsur-unsur lainnya, seperti lembaga masyarakat, orangtua, anak, puskesmas, serta babinsa.”

Menyadari masih tingginya kasus kekerasan terhadap anak di masyarakat, saya mengajak semua unsur sampai  tingkat pemerintahan terbawah yaitu kelurahan, untuk menyelesaikan masalah kekerasan pada anak yang terjadi di masyarakat dan bagaimana penerapan perlindungan anak, upaya mencegah kekerasan terhadap anak serta upaya menanggapi kekerasan. salah satunya melalui gerakan aktivis perlindungan anak terpadu berbasis masyarakat (PATBM).
PATBM sebagai sebuah gerakan dari jaringan atau kelompok warga pada tingkat masyarakat yang bekerja secara terkoordinasi untuk mencapai tujuan perlindungan anak,  menumbuhkan inisiatif masyarakat  sebagai ujung tombak untuk melakukan upaya-upaya pencegahan dengan membangun kesadaran masyarakat agar terjadi perubahan pemahaman, sikap dan perilaku yang memberikan perlindungan  kepada  anak.
Melalui patbm, diharapkan dapat menurunkan angka kekerasan pada anak dengan mengubah norma sosial dan praktik budaya yang menerima, membenarkan atau mengabaikan kekerasan, membangun sistem pada tingkat komunitas dan keluarga untuk pengasuhan yang mendukung relasi yang aman untuk mencegah kekerasan dan meningkatkan ketrampilan hidup dan ketahanan diri anak, dalam mencegah kekerasan serta peningkatan keterampilan masyarakat dalam menanggapi kekerasan terhadap anak, dengan  melakukan jejaring dengan lembaga layanan yang tersedia.

Seiring pengembangan patbm tersebut, ada beberapa tantangan untuk pengembangan patbm, diantaranya :
-fenomena jumlah kasus kekerasan terhadap anak yang cukup signifikan dan makin beragam permasalahannya.
-masih banyaknya kelurahan yang belum terjangkau untuk menjadi model patbm.
-minimnya pemangku kebijakan / fasilitator / aktivis/ pemerhati anak yang terlatih patbm, sehingga sdm potensial untuk pengembangan patbm masih sangat terbatas sementara issu anak sangat banyak termasuk problematikanya.
-minimnya penganggaran terkait patbm perlu solusi cerdas terhadap aksesibilitas sumber – sumber pendanaan yang ada dalam rangka penyediaan sarana prasarana dan fasilitas untuk meningkatkan layanan di masyarakat.
selanjutnya berbagai kegiatan patbm terlaksana baik karena adanya dukungan dari para penggerak kegiatan seperti tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pendidikan, dan tokoh penggiat aktivis anak dan keluarga yang ada di sekitar lingkungan kelurahan patbm, sehingga sinergitas yang terbentuk dari berbagai lembaga kemasyarakatan yang telah ada sangat diperlukan.

Oleh karena itu melalui pelatihan patbm ini, besar harapan saya agar para peserta setelah mengikuti pelatihan ini akan mampu mengenali, menelaah dan mengambil inisiatif dalam memecahkan permasalahan kekerasan terhadap anak yang ada di lingkungannya secara mandiri, dengan sasaran kegiatan adalah anak, orang tua, keluarga  dan  masyarakat. dan tak kalah pentingnya adalah bagaimana tantangan tersebut menjadikan kita tetap semangat, komitmen dan fokus pada pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap anak serta mampu mengembangkan patbm yang menjangkau seluruh wilayah di kota tomohon.

Dihadiri oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Daerah Kota Tomohon dr. John Lumopa, M.Kes., Para narasumber yaitu Fasilitator Provinsi Sulawesi Utara Pdt. Marcel Meruntu, S.Th., Fasilitator Kota Tomohon Inggrid Senduk, S.T. dan Pemerhati anak Pnt. Octavian Maikel Mait.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed